Cara Memperbaiki Skor Kredit Buruk

Di era milenial ini, banyak orang yang mengambil pinjaman sebagai solusi untuk memenuhi gaya hidup yang terus berkembang. Tak heran, permintaan dana untuk membeli rumah, tanah, kendaraan, uang tunai dan kartu kredit terus meningkat setiap tahunnya. Namun, tahukah Anda, proses pengajuan pinjaman bisa terhambat jika skor kredit Anda masuk daftar hitam Otoritas Jasa Keuangan (OJK)?

Skor kredit adalah penilaian yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan pinjaman di lembaga keuangan. Skor kredit pada awalnya ditugaskan untuk proses pemeriksaan BI, yaitu proses pelacakan riwayat kredit seperti yang tertera pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Oleh karena itu, jika Anda memiliki rapor kredit yang buruk, seperti tagihan kartu kredit atau kartu kredit yang belum terbayar, dapat menyebabkan Anda gagal mendapatkan pinjaman.

Pasalnya, bank atau lembaga keuangan selalu mengecek skor kredit calon debitur (debitur) melalui OJK di Sistem Informasi Keuangan (SLIK). Harap dicatat bahwa memiliki nilai kredit yang baik atau rapor pinjaman sangat penting. Bank atau lembaga keuangan selalu memandang skor kredit calon debitur sebagai acuan untuk menentukan apakah pengajuan pinjaman seseorang layak untuk disetujui atau ditolak.

Selain itu, jumlah dana pinjaman, jangka waktu pinjaman (periode) dan tingkat bunga yang diberikan akan ditentukan oleh kinerja skor kredit Anda. Jika laporan kredit Anda negatif, risiko pengajuan pinjaman Anda kemungkinan besar akan berkurang. Sebaliknya, jika laporan kredit Anda bagus, pengajuan pinjaman Anda akan lebih mudah untuk disetujui nantinya. Oleh karena itu, perlu mengetahui dan meningkatkan kinerja skor kredit Anda sebelum mengajukan pinjaman. Berikut adalah penjelasan tentang kategori skor kredit untuk membantu Anda memahami lebih detail.

Pada dasarnya, nilai kredit dibagi menjadi beberapa tingkatan pelanggan. Pemulihan pelanggan berdasarkan pembayaran kredit oleh pelanggan. Saat ini, nilai kredit dibagi menjadi lima kategori, antara lain:

1. Kredit lancar

Peminjam yang termasuk dalam kategori ini menunjukkan bahwa mereka selalu membayar cicilan kredit dengan bunga tepat waktu sesuai jumlah yang telah ditentukan. Oleh karena itu, peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman lebih mudah karena risiko kredit Anda dianggap remeh.

2. Kredit di bawah pengawasan khusus

Pada kategori pengawasan khusus ini, nasabah membayar angsuran pinjaman lebih dari 1 hari hingga 90 hari dari batas waktu. Namun pada kategori ini, nasabah masih berada dalam zona aman meskipun telah menunjukkan risiko kepada bank atau lembaga keuangan.

3. Kredit tidak lancar

Pada kategori ini, nasabah tidak membayar cicilannya dalam waktu 3-6 bulan, sehingga nasabah tidak berhak atas pinjaman dari bank atau lembaga keuangan. Perhatikan bahwa pelanggan akan dikenakan biaya jika mereka terlambat membayar cicilan.

Oleh karena itu, apabila nasabah tidak membayar cicilan dengan bunga dalam waktu 3 bulan, maka bank atau lembaga keuangan akan menangani masalah ini. Namun, bank atau lembaga keuangan biasanya melakukan ini untuk pelanggan yang tidak merespons dengan baik pendekatan pemberi pinjaman. Tentunya hal ini akan membahayakan peminjam saat mengajukan pinjaman di kemudian hari.

4. Kredit diragukan

Nasabah yang terdaftar dalam kategori ini tidak membayar cicilan pinjaman selama 120-180 hari setelah pembayaran dilunasi. Dalam beberapa hal, nasabah seolah hilang atau terbebas dari kewajiban membayar cicilan kredit bulanan. Oleh karena itu, permintaan pinjaman tambahan cukup sulit untuk disetujui karena tingginya risiko bagi bank atau lembaga keuangan.

5. Kredit macet

Kategori terakhir adalah lanjutan dari pelanggan yang sebelumnya masuk dalam kategori kredit macet. Dengan demikian, nasabah yang belum melunasi tunggakan cicilan kreditnya selama lebih dari 180 hari akan masuk dalam kategori kredit macet. Jika Anda termasuk dalam kategori ini, bisa dipastikan pengajuan pinjaman Anda akan sangat sulit disetujui karena sudah masuk daftar hitam bank-bank di Indonesia.

Oleh karena itu, hanya nasabah yang termasuk dalam kategori kredit saat ini yang akan dengan mudah memperoleh pinjaman dari bank atau lembaga keuangan. Hal ini dikarenakan kinerja kredit dinilai baik dan risiko kredit lebih rendah dibandingkan keempat nilai kredit lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *