Hal ini Harus Kita Ketahui Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI di SehatQ.com

MRI atau Magnetic resonance imaging adalah tindakan medis yang menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio untuk melihat detail tubuh Anda. Alat ini dapat disamakan dengan scanner, yang dapat melihat dan memeriksa bagian-bagian organ Anda. Ternyata, hampir seluruh bagian tubuh bisa diperiksa dengan melakukan tes MRI, seperti:

  • Otak dan tulang belakang
  • Tulang dan sendi
  • Payudara
  • Jantung dan pembuluh darah
  • Berbagai organ tubuh seperti hati, rahim, kandung kemih atau prostat.

Hasil pemeriksaan ini akan membantu tim medis Anda menentukan diagnosis penyakit yang Anda alami dan rencana perawatan yang harus diikuti selanjutnya.

Apa yang harus disediakan selama tes MRI?

Nyatanya, tidak ada yang perlu Anda persiapkan untuk ujian ini. Ketika Anda datang ke klinik, dokter atau tim medis Anda akan meminta Anda melepas pakaian Anda dan menggantinya dengan pakaian khusus.

Karena menggunakan teknologi magnet, maka diperlukan pembuangan semua unsur yang mengandung besi dan logam dari tubuh. Dalam beberapa kasus, pasien akan diberikan obat yang disuntikkan langsung ke pembuluh darah. ini berguna untuk menjelaskan gambaran organ tubuh Anda.

Apa yang terjadi saat saya mengikuti ujian ini?

Setelah melakukan persiapan sebelum melakukan tes MRI, Anda akan diminta untuk berbaring pada bagian instrumen yang telah disediakan. Alat MRI berbentuk kapsul, jadi selama pemeriksaan Anda akan memasukkan kapsul.

Anda juga harus tetap diam selama pemeriksaan ini agar perangkat dapat “membaca” bagian tubuh yang diuji. Ujian ini membutuhkan waktu sekitar 15-90 menit. Namun jika Anda mendengar keluhan selama pemeriksaan, silakan laporkan ke tim medis.

Apakah tes ini aman untuk saya saat saya hamil?

Pemindaian MRI berbeda dengan rontgen yang menggunakan rontgen yang dapat membahayakan kesehatan janin dan bayi. Tes ini cukup aman untuk ibu hamil dan anak karena menggunakan teknologi magnet dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Karena Anda hanya diminta berbaring beberapa menit dan membiarkan organ tubuh Anda terbaca.

Jadi, apakah setiap orang diperbolehkan mengalaminya?

Padahal, tes ini cukup aman dilakukan, tidak menimbulkan rasa sakit atau efek samping. Namun bukan berarti semua orang bisa melakukannya.

Bagi Anda yang memiliki pulpen yang ditanamkan pada tulang atau jenis logam lain yang ditanamkan pada tubuh, seperti alat pacu jantung, sebaiknya tidak melakukan tes ini. Adanya alat logam di dalam tubuh akan mengganggu pengoperasian alat dan hasil pemeriksaan MRI tidak akan maksimal.

Prosedur MRI

Setelah semua persiapan dilakukan, pasien akan ditempatkan di tempat tidur datar yang dapat ditempatkan sesuai dengan persyaratan pemindaian. Ruang MRI hanya diperbolehkan untuk pasien dan ahli radiologi akan mengoperasikan mesin dari ruangan lain, memantau dan berkomunikasi dengan pasien melalui interkom yang terhubung ke kedua ruangan. Jika perlu, keluarga atau kerabat pasien dapat menemaninya ke kamar, melepas semua pakaian atau benda logam.

Mesin MRI akan mulai memindai menggunakan gaya magnet dan gelombang radio untuk mendapatkan citra tubuh yang detail dan mendalam. Selama proses ini, pasien akan mendengar suara seperti ketukan, tepuk, klik, atau suara lain yang relatif keras. Dalam hal ini, penyumbat telinga atau headphone dapat dilakukan agar suaranya tidak mengganggu kenyamanan pasien.

Tidak ada rasa sakit selama prosedur, namun terkadang, pasien akan mengalami sensasi keriput selama prosedur MRI. Hal ini wajar karena proses MRI dapat merangsang saraf di tubuh.

Untuk pasien yang menggunakan MRI, ahli radiologi akan meminta pasien untuk melakukan berbagai hal kecil, seperti mengetukkan jempol ke jari lainnya, menggosok benda, atau menjawab pertanyaan untuk melihat sinyal otak saat melakukan aktivitas pergantian titik.

Secara umum, prosedur MRI membutuhkan waktu 20-90 menit, bergantung pada ukuran area yang diperiksa. Hasil MRI akan dibaca oleh ahli radiologi sebelum dipresentasikan kepada pasien. Biasanya membutuhkan waktu 1-2 minggu, namun hasil bisa didapat lebih cepat jika kondisi pasien sudah mendesak.

Setelah MRI

Secara umum, pasien dapat kembali ke rumah atau melanjutkan aktivitas normal setelah melakukan MRI. Namun pasien yang diberi obat penenang tidak diperbolehkan mengemudi dan menggunakan alat berat selama 24 jam. Cara terbaik adalah menghubungi keluarga atau kerabat untuk pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *