Mengenal Tanda-tanda dan Gejala Penyakit Kusta

Penyakit kusta merupakan sejenis penyakit yang merusak selaput lendir, kulit dan sistem saraf. Tak hanya itu, penyakit yang juga dikenal dengan nama Hansen ini bisa juga menyerang pernapasan hingga mata. Penyakit ini sendiri dapat menjangkit setiap orang akibat bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini mulai tumbuh di dalam tubuh dengan rentan waktu 6 hingga 40 tahun. Sedangkan gejalanya sendiri baru akan muncul di tahun pertama hingga dua puluh tahun kemudian. Penderita ini akan mengalami gejala-gejala awal seperti mati rasa pada kulit, kulit terasa menebal, sering terjadi luka pada bagian kulit namun tidak merasa sakit.

Tak hanya itu, calon penderita ini biasa akan mengalami kelemahan otot, rontoknya alis dan bulu mata, mata mulai jarang mengedip hingga terjadinya kebutaan. Selain itu, tanda-tanda penyakit ini juga bisa saja terlihat dengan hilangnya beberapa anggota bagian tubuh khususnya jari. Kondisi semacam ini biasanya diakibatkan oleh luka yang kemudian diperparah dengan putusnya jari jemari. Calon penderita ini juga sering mengalami mimisan, hidung mampet hingga yang paling parah hilangnya tulang hidung. Penyakit ini umum terjadi lantaran didukung oleh berbagai faktor seperti lingkungan hingga gaya hidup.

Sering berinteraksi dengan hewan yang beresiko membawa bakteri penyebabnya adalah faktor utama. Hewan yang dimaksud biasanya simpanse dimana saat melakukan kontak tidak pernah menggunakan sarung tangan. Hingga saat ini pemerintah belum bisa menemukan vaksin untuk mencegah penyakit kusta atau lepra. Mengingat penyakit ini akan terlihat hingga beberapa tahun pasca terjangkit baiknya Anda rutin untuk melakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Diagnosis dini serta penanganan yang tepat adalah salah satu cara yang tepat untuk memutus mata rantai penularannya. Penderita ini biasanya akan mengalami beberapa komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada jenis penyakitnya.

Komplikasi ini bisa saja terjadi akibat lambatnya penanganan serta kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini. Komplikasi yang bakal dialami oleh penderita ini antara lain adalah:

  • Mati rasa pada bagian tubuh tertentu.
  • Penderita di diagnosis gagal ginjal.
  • Terjangkit glokuma.
  • Mengalami perubahan pada bentuk wajah.
  • Terjadi kemandulan pada pria.
  • Patah tulang hidung dan tidak dapat disembuhkan.
  • Rusaknya sistem saraf, tulang belakang dan anggota tubuh lain.
  • Cacat pada anggota tubuh akibat luka.
  • Gangguan mental.
  • Mencoba untuk bunuh diri.

Selain itu, tanda-tanda penyakit ini juga bisa saja terlihat dengan hilangnya beberapa anggota bagian tubuh khususnya jari. Kondisi semacam ini biasanya diakibatkan oleh luka yang kemudian diperparah dengan putusnya jari jemari. Calon penderitanya juga sering mengalami mimisan, hidung mampet hingga yang paling parah hilangnya tulang hidung. Penyakit ini umum terjadi lantaran didukung oleh berbagai faktor seperti lingkungan hingga gaya hidup. Sering berinteraksi dengan hewan yang beresiko membawa bakteri penyebabnya adalah faktor utama. Hewan yang dimaksud biasanya simpanse dimana saat melakukan kontak tidak pernah menggunakan sarung tangan.

Sedangkan untuk cara pencegahannya dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi terhadap mengenai penyakit dan gejala kusta. Sosialisasi ini harus dilakukan pada permukiman yang masuk dalam kategori lingkungan endemik. Selain itu, sosialisasi juga harus menyisir pada mereka yang sering melakukan kontak fisik dengan hewan yang beresiko membawa virus tersebut. Selain pengetahuan tentang penyakit ini, masyarakat juga harus terus di edukasi untuk tidak menjauhi para penderitanya. Masyarakat juga harus selalu aktif untuk memeriksakan kesehatan dan segera berobat ke dokter jika mengalami ciri-ciri terjangkit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *